Khasiat Daun Sukun

Daun Sukun dipercaya memiliki banyak khasiat dan manfaat untuk membantu penyembuhan berbagai macam penyakit seperti Gagal Ginjal, Asam Urat, Kolesterol, Dibetes, Darah Tinggi, Liver dll.

Berikut ini kandungan zat yang bermanfaat pada daun sukun beserta manfaatnya :

Asam Amino Esensial

Tubuh manusia adalah sesuatu yang paling menakjubkan, karena didalam tubuh dapat dilakukan proses proses yang tidak biasa ada proses pembentukan atau pemecahan. Beberapa hal penting yang ada di tubuh dan penting untuk digunakan dalam kehidupan bisa dengan mudah dibuat oleh tubuh manusia, akan tetapi ada juga zat zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia tapi tidak dapat dihasilkan oleh dirinya sendiri. Salah satu yang tidak bisa dibentuk oleh tubuh manusia sendiri adalah unsur unsur yang digunakan untuk membentuk protein yang disebut dengan asam amino esensial. Pada daun buah sukun kita dapat menemukan beberapa jenis asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Asam amino adalah salah satu pembentuk protein yang berguna dalam pembentukan otot, oleh karena itu jika kebutuhan asam amino esensial tidak tercukupi pada pada tubuh dampak secara keseluruhan adalah adanya gangguan pembentukan otot. Selain itu kekurangan salah satu unsur dari penyusun asam amino esensial dapat menyebabkan berbagai hal seperti ketidaksuburan, sel darah merah dan putih yang tidak sehat, hemoglobin kurang dan masih banyak lagi.

Riboflavin atau Vitamin B2

Salah satu kandungan daun sukun ini adalah komponen dari vitamin B ini memiliki peran yang penting dalam siklus energi manusia. Vitamin ini memiliki peran untuk melakukan metabolisme lemak dan karbohidrat sehingga dapat didapakan gula yang berguna sebagai sumber energi. Ribovlavin juga memiliki sifat sebagai antioksidan yang membantu mencegah penuaan dini dan juga berkembangnya sel kanker. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas karena kekurangan energi, sensasi terbakar pada organ mata dan mulut serta sangat sensitif terhadap cahaya.

Kalium atau Potasium

Kalium atau potasium adalah salah satu senyawa yang penting dalam peredaran darah makhluk hidup, menjaga otot tetap sehat dan juga menjaga sistem pencernaan. Kekurangan Kalium atau potasium dapat menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya. Hal ini dapat dimulai dari hipertensi yang akan menyebabkan terjadinya fungsi jantung yang tidak normal. Kemudian ketidaknormalan jantung juga dapat memunculkan penyakit berbahaya lain seperti stroke dan gangguan otak.

Polifenol

Salah satu kandungan daun sukun adalah polifenol. Ada beberapa zat yang terdapat di dalam polifenol, salah satunya adalah zat flavonoid. Zat flavonoid adalah zat yang banyak ditemukan diantara tumbuhan. Zat ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh terutama untuk menghindarkan tubuh dari penyakit jantung dan juga dapat digunakan untuk menjalankan diet. Sebagian senyawa yang masuk dalam golongan polifenol juga memiliki sifat anti radikal bebas sehingga konsumsi yang cukup dapat membantu tubuh untuk mencegah terjadinya penuaan dini, potensi kemunculan sel kanker, munculnya noda dan flek hitam, dan kerusakan lain yang disebabkan oleh reaksi senyawa radikal bebas dalam tubuh.

Itulah beberapa kandungan dari daun sukun yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh kita.

 

Hal ini tentunya juga berdasarkan pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti Indonesia maupun Luar Negeri seperti :

PENELITIAN LIPI

Daun ini juga bisa dijadikan obat tradisional untuk gangguan ginjal dan penyakit hati.” VIVAnews – Kekayaan alam Indonesia khususnya tumbuhan merupakan sumber senyawa bioaktif yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat atau bahan baku obat. Salah satunya, daun sukun. Setelah dilakukan uji khasiat oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI bersama dengan pakar peneliti lainnya, ternyata diketahui bahwa ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung flavonoid dan sitosterol yang berkhasiat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Menurut DR. Tjandrawati Mozef dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan, uji khasiat baik secara in vitro ( menggunakan media) maupun in vivo (melibatkan sel hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut telah menunjukkan hasil sangat baik. Kesimpulannya, daun sukun bisa melindungi jantung, karena mampu menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan dan mampu menghambat akumulasi pada dinding pembuluh darah aorta. “Penelitian ini sudah kami lakukan sejak 2004, dan telah lulus uji preklinis. Tanaman ini pun sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi obat sintesis,” kata Tjandrawati saat ditemui di acara ‘Seminar Sehari Upaya Preventif dan Promotif Mengatasi Gangguan Sirkulasi Darah’ di Aula Litbang Kementrian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu 14 April 2010. Tak hanya berkhasiat mencegah penyakit kardiovaskuler, tetapi sukun juga merupakan obat tradisional yang mampu mengatasi masalah ginjal, penyakit hati, peradangan dan gatal-gatal. “Semua bagian dari tanaman ini mengandung flavonoid dan sitosterol dalam jumlah yang berbeda-beda. Tapi biasanya, banyak orang mengonsumsi air rebusan daun sukun untuk mendapatkan khasiatnya,” jelasnya lagi. Saat ini menurutnya, industri bahan baku obat Indonesia masih sangat lemah dimana 95 % obat masih didatangkan secara impor sehingga menyebabkan harga sejumlah obat relatif tinggi yang sulit dijangkau masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat beralih menggunakan tanaman obat tradisional. “ Dengan dilakukannya uji preklinis ini, bukan tidak mungkin, ekstrak daun sukun ke depannya akan dikembangkan menjadi obat herbal,” katanya. sumber : http://kosmo.vivanews.com

 

PENELITIAN BIOLOGI UGM

Riset yang dilakukan oleh Nublah dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan bahwa daun sukun bersifat antidabetes. Ia menguji pemberian ekstrak daun sukun pada tikus jantan galur wistar yang diberi glukosa monohidrat sehingga mengalami hiperglikemia alias kadar gula darah tinggi. Pemberian 1,35 g glukosa monohidrat per 200 g bobot badan menyebabkan kadar gula darah tikus naik dari 88,95 mg/dl menjadi 173,95 mg/dl.

Selanjutnya Nublah mengekstrak daun sukun dengan pelarut kloroform bersifat nonpolar dan metanol, bersifat lebih polar. Ia juga merebus 50 g daun yang dikeringkan di bawah sinar matahari dalam 2 l air menjadi 1 l. Semua bahan tersebut diberikan pada tikus percobaan masing-masing 150 mg per kg bobot badan pada menit ke-70 pascapemberian pemantik diabetes dan mengamati hasilnya.

Riset menunjukkan pada menit ke-120 air rebusan mampu menurunkan kadar gula darah dengan lebih baik (102,80 mg/dl) dibandingkan dengan ekstrak kloroform (114,20 mg/dl) dan metanol (123,80 mg/dl). Pemberian hasil fraksinasi air rebusan daun sukun juga menunjukkan hal yang sama. Hal tersebut membuktikan bahwa daun sukun dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes. Senyawa yang berperan sebagai pengontrol gula darah adalah fenolik, flavonoid, alkaloid, dan terpenoid.

Riset yang dilakukan oleh Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah, Andini Sundowo, dan Euis Filaila dari Pusat Penelitian Kimia LIPI di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten juga membuktikan daun sukun bersifat antidiabetes. Periset mengisolasi senyawa flavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone yang bersifat sebagai antidiabetes kuat. Nilai penghambatan IC50 sebesar 18,120 mg/dl. Artinya dengan dosis kecil saja, 8-geranyl-4,5,7- trihydroxyflavone memiliki aktivitas penghambatan yang kuat.

 

PENELITIAN UNDIP

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP LARVAARTEMIA SALINA LEACH DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BST)

http://eprints.undip.ac.id/8086/1/Ahmad_Nur_Ramadhani.pdf

 

PENELITIAN UNSRAT

AKTIVITAS PENANGKAP RADIKAL BEBAS DARI EKSTRAK FENOLIK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis F.)
Dengan kesimpulan bahwa : Ekstrak daun sukun menunjukkan signifikan mengandung komponen fenolik, flavonoid dan tannin terkondensasi. Ekstrak metanol memiliki kandungan yang dominan dalam komponen fenolik, flavonoid dan tannin terkondensasi daripada ekstrak etanol dan ekstrak aseton. Ekstrak metanol menunjukkan aktivitas antiradikal bebas DPPH dan kandungan total antioksidan tertinggi dibanding ekstrak etanol dan aseton. Ada kecenderungan semakin besar konsentrasi ekstrak daun sukun yang ditambahkan, aktivitas antiradikal bebas dan kandungan total antioksidan juga semakin besar aktivitasnya. Ada hubungan yang positif antara

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/chemprog/article/viewFile/56/52

 

PENEITIAN DARI AGROMEDIA

https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=jVTjAwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA10&dq=penelitian+tentang+daun+sukun&ots=GK76pK_fGK&sig=tzMErZRcIvsAZGgLjoSdaGv0s4s&redir_esc=y#v=onepage&q=penelitian%20tentang%20daun%20sukun&f=false

 

PENELITIAN UMS

Uji Fitokimia Daun Sukun Kering

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji fitokimia ekstrak methanol daun sukun kering (Artocarpus altilis) mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, fenol dan saponin.
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=179314&val=426&title=Uji%20Fitokimia%20Ekstrak%20Daun%20Sukun%20%20Kering%20(Artocarpus%20altilis)
PENELITIAN UAJY
PENELITIAN IPB
PENELITIAN UNPAK
PENELITIAN UNSRAT

Pengaruh Rebusan Daun Sukun (Artocarpus altilis) terhadap Kadar Trigliserida, Kolesterol Total dan Low Density Lipoprotein (LDL) Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus)